Dokter Gigi Sebut Sikat Gigi Lebih dari Tiga Kali Dapat Mengikis Enamel, Ini Batas Ideal Sikat Gigi

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten dengan cara sikat gigi, menggunakan dental floos, hingga obat kumur memang sangat dianjurkan. Namun, jika sikat gigi tersebut dilakukan secara berlebihan, ternyata tidak baik untuk kesehatan gigi itu sendiri. Tasios menyebutkan jika sikat gigi terlalu sering dapat mengikis enamel gigi.

"Menyikat gigi terlalu sering dapat mengikis enamel dan menyebabkan surutnya gusi," kata Jessica Tasios, DDS, Dokter Gigi di Ora Dental di Toronto yang dilansir dari Verywell Health. Hal ini disebut juga dengan abrasi sikat gigi, yang bisa terjadi jika Anda menyikat gigi terlalu sering atau terlalu keras. "Tidak ada batas waktu maksimal untuk menyikat gigi, namun umumnya menyikat gigi lebih dari tiga kali sehari tidak diperlukan dan terbukti berbahaya," ungkap Tasios.

"Menyikat gigi terlalu keras atau terlalu sering dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif dan juga dapat merusak gusi karena menyebabkan gigi menyusut dan area akar terbuka," lanjutnya. Putar Video Pengakuan Cinta saat Menikah, Pengantin Syok Koleksi Pribadinya Terbongkar, Tamu Malu Halaman 4 Susi Pudjiastuti Bakal Merapat ke Prabowo Gibran? Gerindra Bocorkan: akan Kita Tempatkan di Bappilu

Piala Asia 2023 Kalah dari Indonesia, Vietnam Meradang Disebut Tim Paling Miskin Bolasport.com Warga Ukraina Siap %27Angkat Kaki%27 dan Ganti Kewarganegaraan Daripada Berperang Melawan Rusia Menurut Sean Kutlay, DDS, Dokter Gigi yang berbasis di California, Anda harus selalu menyikat gigi minimal dua kali sehari, pagi dan malam.

Namun, ia dan rekan rekannya menyikat gigi tiga kali sehari (sekali setelah makan), yang merupakan jumlah waktu yang optimal. Tasios mengatakan, para dokter gigi menyadari bahwa hal ini tidak realistis bagi banyak orang yang tidak berada di rumah pada jam makan siang, sehingga sikat gigi dua kali sehari adalah jumlah minimum yang mutlak. Sedangkan sikat gigi kurang dari dua kali sehari dapat menyebabkan penumpukan bakteri, gigi berlubang, dan penyakit gusi.

Sebuah penelitian baru baru ini menemukan bahwa, melewatkan sikat gigi setiap malam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan demensia, radang sendi, dan kanker pankreas. American Dental Association merekomendasikan untuk menunggu setidaknya 30 menit setelah makan sebelum menyikat gigi. Menurut Kutlay, sikat gigi langsung setelah makan atau minum yang bersifat asam bisa sangat berbahaya bagi gigi.

"Asam melemahkan enamel pelindung gigi, dan menambahkan abrasi pada lapisan tersebut dan merusaknya," jelas Tasios. "Beberapa orang mungkin makan atau minum sesuatu yang tinggi asam saat makan, seperti jus jeruk atau tomat." "Menunggu setengah jam memberi waktu pada enamel setelah mengonsumsi asam untuk melakukan remineralisasi sehingga sikat gigi tidak menyebabkan kerusakan," lanjutnya.

Kutlay menjelaskan, sikat gigi paling baik adalah dengan cara melakukan gerakan memutar menggunakan sikat gigi berbulu halus, pastikan menyikat garis gusi dan seluruh permukaan gigi. "Untuk menghilangkan sisa sisa makanan yang mungkin tersangkut di sela sela gigi, flossing juga penting setelah dibersihkan," ujar Kutlay. "Penting juga untuk mengganti sikat gigi Anda setiap tiga hingga empat bulan dan menyikatnya dengan lembut untuk melindungi gusi Anda."

Tasios menambahkan, penting untuk menggunakan pasta gigi dan sikat berfluorida selama dua menit, namun beberapa pasiennya sering kali terburu buru dalam melakukan prosesnya. "Mereka buru buru, gosok gigi depan bawah dan atas, cepat sekali gosok gigi atas ke gigi belakang dan berangkatlah," ujar Tasios. "Meluangkan waktu untuk menyikat setiap gigi secara menyeluruh dan hati hati merupakan pencegahan terbaik terhadap gigi berlubang dan kerusakan gigi," lanjutnya.

Baca berita lain seputar kesehatan Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Related Posts

Inovasi dalam Layanan Farmasi oleh PAFI Wangiwangi: Membangun Masa Depan Kesehatan yang Lebih Baik

PAFI Wangiwangi, sebuah organisasi profesi farmasi yang berperan penting dalam mengembangkan layanan kesehatan di wilayahnya, terus menerapkan inovasi dalam bidang farmasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan…

Kerjasama Strategis antara PAFI Kota Tutuyan dan Institusi Kesehatan Lain: Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

PAFI (Persatuan Apoteker Farmasi Indonesia) Kota Tutuyan telah lama menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan profesi farmasi di daerah ini. Dengan komitmen kuat untuk meningkatkan kesehatan…

Peran PAFI Kota Buranga dalam Menanggulangi Masalah Kesehatan Publik

PAFI (Persatuan Apoteker Farmasi Indonesia) Kota Buranga memiliki peran yang krusial dalam mendukung upaya menanggulangi masalah kesehatan publik di wilayahnya. Dengan fokus utama pada pelayanan farmasi yang…

Anggota Lebih Sejahtera Oleh PAFI Kabupaten Malang

PAFI Kabupaten Malang, sebagai bagian integral dari komunitas profesi farmasi di Indonesia, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Melalui berbagai program dan inisiatifnya, PAFI Kabupaten Malang…

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Boyolali: Mendukung Kualitas Kesehatan Masyarakat

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Boyolali merupakan bagian integral dari komunitas profesi farmasi di Indonesia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dalam…

Sektor Platform PAFI Pangkajenesidenreng Untuk Masyarakat

Perkembangan dunia farmasi di Indonesia terus mengalami kemajuan yang signifikan, tidak terkecuali di Kabupaten Pangkajenesidenreng. Salah satu entitas yang turut serta dalam memajukan sektor kesehatan melalui bidang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *