Ashabul Kahfi Benarkan Sempat Diperiksa Polisi Arab Saudi, Minta Kasusnya Jangan Dibesar-besarkan

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyampaikan penjelasan resmi terkait penangkapan dirinya dan anggota DPR lainnya Arteria Dahlan oleh polisi Arab Saudi. Ashabul Kahfi membenarkan peristiwa yang dialaminya. Ashabul bersama Arteria Dahlan saat itu hendak memasuki Kota Makkah.

"Kami sempat diberhentikan oleh petugas keamanan Arab Saudi atau askar untuk pemeriksaan dokumen," kata Ashabul Kahfi secara tertulis yang disampaikan kepada Kepala Pelaksana Media Center Haji 2024 atau MCH 2024, Sabtu (15/6/2024) pagi WAS, sekitar 7 jam memasuki waktu wukuf di Arafah. Menurut Ashabul, proses pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih 10 menit dan merupakan bagian dari prosedur rutin yang diterapkan oleh pihak keamanan setempat. "Penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan ini dilakukan bukan hanya kepada kami, tetapi kepada semua calon jemaah haji yang menggunakan visa non haji," jelasnya.

Prosedur ini adalah langkah preventif untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji. 20 Soal Ulangan PPKN Kelas 8 BAB 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Kebangkitan Nasional Sumpah Pemuda Contoh Bacaan Mukadimah dalam Bahasa Arab dan Artinya, untuk Pembukaan MC atau Ceramah Ramadhan

Pj Gubernur Papua Barat Daya Bakal Panggil Septinus Lobat Terkait Kisruh Mandat Partai Golkar Contoh Teks Pidato Wali Murid Acara Perpisahan TK, Singkat dan Paling Berkesan Ashabul juga menegaskan terkait pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan pengawasan ketat.

"Dalam konteks ini, saya melihat adanya pengetatan aturan sebagai sesuatu yang positif," ujarnya. Diketahui Pemerintah Arab Saudi tengah memperketat pengawasan untuk memastikan bahwa semua calon jemaah haji mematuhi peraturan yang berlaku, terutama terkait penggunaan visa haji. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah penyalahgunaan visa dan untuk memastikan bahwa hanya mereka yang memiliki visa haji yang sah yang bisa melaksanakan ibadah haji.

"Ini adalah langkah yang sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan keamanan pelaksanaan haji," kata dia. Pada kesempatan itu Ashabul Kahfi juga mengibau untuk tidak membesar besarkan masalah ini dan bersikap positif. "Saya mengimbau kepada semua pihak agar tidak membesar besarkan kejadian ini. Kami memahami dan menghormati aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Selain itu, pengalaman ini juga menjadi pelajaran untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku demi kelancaran ibadah. "Saya mengapresiasi upaya Pemerintah Arab Saudi dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama musim haji ini." "Mari kita melihat ini dari sisi positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian," kata Ashabul.

Terakhir Ashabul Kahfi mengatakan dirinya siap menjadi contoh dan teladan dalam menaati segala peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. "Saya juga mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji Indonesia untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, termasuk penggunaan visa haji yang sesuai." "Mari kita jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk selalu menghormati dan menghargai setiap peraturan yang diberlakukan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota DPR RI itu yakni Ashabul Kahfi dan Arteria Dahlan sempat berurusan dengan polisi Arab Saudi. Cerita dirinya ditangkap oleh polisi Arab Saudi itu disampaikan Arteria dalam rapat antara Timwas Haji DPR RI dan Kementerian Agama RI di Kawasan Jarwal, Makkah, Rabu (12/6/2024). Arteria menuturkan ia bersama Ashabul Kahfi ditangkap oleh petugas keamanan Arab Saudi saat mereka hendak masuk Kota Makkah.

Peristiwa itu terjadi saat ia akan umrah dengan mengambil miqat di Tan'im. Setelah salat di Masjid Aisyah, dia ditangkap. Masjid Aisyah di Tan'im merupakan titik awal jemaah yang berada di Makkah untuk mengambil miqat atau memulai niat umrah.

Jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari Masjid Aisyah ke Masjidil Haram. Saat itulah ia dan Ashabul Kahfi ditangkap oleh polisi Arab Saudi. Padahal mereka berdua adalah anggota DPR RI.

Bahkan Ashabul Kahfi merupakan Ketua Komisi VIII yang menjadi mitra Kementerian Agama. "Enggak laku dokumen kita sebagai member of parliament," ujar Arteria. Arteria dan Ashabul Kahfi sempat dimasukkan dalam ruangan sekitar lebih kurang 10 menit.

Untunglah kemudian setelah ada komunikasi lebih lanjut dengan berbagai pihak, keduanya akhirnya diizinkan keluar. "Setelah dilakukan proses komunikasi dan koordinasi, akhirnya dibebaskan," cerita Arteria. Ia mengakui jika penerapan aturan ketat dari Pemerintah Arab Saudi itu dilakukan tak pandang bulu.

Karena itu, Arteria berharap agar aturan ketat yang ia alami bersama rekannya sesama anggota DPR RI itu menjadi pelajaran bersama bagi seluruh warga bangsa. "Pemerintah Arab Saudi saat ini sedang menerapkan aturan secara lebih ketat. Terutama terkait penggunaan visa haji. Ini harus benar benar dipatuhi," ujar Arteria. Pemerintah Arab Saudi memang tengah memperketat penjagaan terutama saat musim haji. Hanya yang mengantongi visa resmi yang boleh masuk dan berhaji.

Tidak boleh ada jemaah yang masuk ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mengantongi visa haji. Aturan ini diberlakukan terhadap warga asing dari semua negara. Bahkan, dari Indonesia, puluhan WNI sudah dipulangkan pemerintah Arab gara gara tidak mengantongi visa haji resmi.

Pemeriksaan acak juga terus dilakukan di berbagai lokasi. Tidak cuma dilakukan oleh polisi, petugas maktab juga memeriksa secara berkala jemaah yang masuk ke hotel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *